Usai PHK Sejumlah Pegawai, LinkAja Dikabarkan Punya CEO Baru

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 9
Kamis, 23 Juni 2022 22:31 WIB
Logo Link Aja. Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Usai melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK sejumlah pegawainya pada akhir Mei lalu, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dikabarkan memiliki Chief Executive Officer (CEO) baru.

Situs LinkedIn menunjukkan Yogi Rizkian Bahar mengaku bahwa ia memulai posisi baru sebagai Chief Executive Officer di LinkAja. Dari laman LinkedIn itu disebutkan Yogi sebelumnya bekerja di anak BUMN Telkom yaitu Telkomsel sebagai Vice President Area Account Management.

Ia juga sudah 15 tahun bekerja di Telkomsel dan 4 tahun di Telekomunikasi Indonesia International (TL) S.A di Timor Leste sebagai CEO.

Baru-baru ini, LinkAja yang merupakan startup dompet digital yang didukung oleh 8 BUMN tersebut baru saja melakukan PHK terhadap karyawannya. Adapun PHK terhadap sejumlah sumber daya manusia (SDM) dilakukan karena perusahaan melakukan reorganisasi.

Manajemen LinkAja sebelumnya menilai perubahan merupakan sesuatu yang secara konstan terjadi dalam perusahaan yang sedang terus bertumbuh. Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo pernah menyebutkan penyesuaian dalam perusahaan juga tentunya bakal terus terjadi.

Kendati mem-PHK sejumlah karyawan, perseroan memastikan dari sisi operasional bisnis tetap berjalan seperti biasa. "Apapun perubahan yang dilakukan dalam perusahaan tidak akan mempengaruhi kualitas layanan kami, serta komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik kepada para pengguna," ujar Reka.

Sebagai startup yang terus berkembang, LinkAja diharapkan terus bisa lincah dan adaptif dalam menyesuaikan bisnis. Hal ini untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang sehat, positif dan optimal.

Untuk menjawab tantangan itu, akan ada sejumlah perubahan signifikan di LinkAja, terutama berkaitan dengan fokus dan tujuan bisnis perusahaan. Perubahan-perubahan itu yang akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, salah satunya adalah reorganisasi SDM.

BISNIS

Baca: Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, 6 Penumpang Selamat

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






3 jam lalu

Eks Karyawan Merpati Sebut Pemeritah Tak Niat Bayar Pesangon Rp 318 Miliar

Pemerintah dinilai tak berniat membayar pesangon senilai Rp 318 miliar kepada para mantan pilot Merpati.


1 hari lalu

Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda, 3 Tersangka Ditahan di Rutan Salemba

Penyidik Kejagung melakukan penyerahan tahap II atas kasus korupsi pengadaan pesawat Garuda jenis Bombardier CRJ-100


1 hari lalu

Airlangga Pamer Kartu Prakerja di Maroko: 12,8 Juta Penerima Terlayani

Airlangga menjelaskan Kartu Prakerja tidak hanya membantu pekerja terkena PHK, tapi juga menciptakan wirausaha.


1 hari lalu

Setelah Garuda Lolos PKPU

Garuda lolos PKPU setelah mayoritas krediturnya menyetujui proposal perdamaian. Namun, pengesahan homologasi ditunda.


1 hari lalu

Dikritik Jokowi, Pertamina Sebut Telah Lakukan Efisiensi dan Hemat Rp 32,6 Triliun

Manajemen PT Pertamina (Persero) menyatakan telah menjalankan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar BUMN terus meningkatkan efisiensi.


2 hari lalu

Lima Rahasia DANA Gaet Ratusan Juta Pengguna

Dompet digital kini makin lekat dikenal sebagai sebagai solusi pemenuhan berbagai kebutuhan masyarakat.


2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Garuda Bayar Utang yang Hampir Rp 143 Triliun, Jokowi Sentil BUMN

Kemarin, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyentil sejumlah perusahaan negara dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta.


3 hari lalu

Bos Garuda Berharap PMN Rp 7,5 Triliun Segera Cair

PMN akan digunakan untuk mendukung rencana bisnis Garuda.


3 hari lalu

Putusan PKPU Garuda Ditunda Seminggu, Ada Apa?

Sidang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Garuda diundur hingga satu pekan ke depan.


3 hari lalu

Jokowi Sentil PLN, Pertamina, hingga Bulog, Ada Apa?

Sentilan ini disampaikan Jokowi dalam sidang yang membahas soal pangan dan krisis yang sedang mendera dunia.