Subsidi BBM dan Elpiji Sentuh Rp 75 Triliun, Sri Mulyani Minta Pertamina Ikut Kendalikan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 10
Kamis, 23 Juni 2022 20:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN pada tahun ini sangat terbebani dengan subsidi berbagai komoditas, mulai dari energi hingga perumahan. Bahkan untuk bahan bakar minyak atau BBM dan elpiji, subsidi yang digelontorkan mencapai Rp 75 triliun.

"Ini didominasi subsidi dan kompensasi," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita yang digelar virtual, Kamis, 23 Juni 2022.

Ia lalu menjelaskan rincian nilai subsidi BBM yang dikucurkan pada tahun 2022. "Subsidi Rp 65,24 triliun plus kurang bayar tahun sebelumnya Rp 10,17 triliun, jadi lebih dari Rp 75 triliun untuk pembayaran subsidi dan kompensasi," ujar Sri Mulyani.

Lonjakan subsidi tersebut, selain karena ada perbedaan harga BBM di dalam negeri dengan harga minyak dunia, juga disebabkan kenaikan volume konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, menurut Sri Mulyani, Pertamina harus bisa lebih mengendalikannya.

Pertamina diminta untuk ikut mengendalikan penerima subsidi energi karena jumlah barang subsidi yang disalurkan BUMN migas terus meningkat. Selain total subsidi untuk BBM dan LPG yang dikeluarkan mencapai Rp 75,3 triliun lebih, Sri Mulyani juga menyoroti besarnya kompensasi harga BBM penugasan.

Untuk kompensasi harga BBM penugasan Pertalite, misalnya. Sri Mulyani mengungkapkan jumlah kompensasi saat ini melambung dan kini nilainya mencapai Rp 293,5 triliun.

"BBM (solar dan minyak tanah) itu jumlah kiloliternya naik dari 5 juta per tahun lalu naik ke 5,6 juta. LPG 3 kg juga naik. Listrik subsidi juga naik jumlah pelanggan. Pupuk juga naik dan subsidi perumahan juga naik," kata Sri Mulyani.

Sebagai contoh, selain BBM dan LPG, jumlah pelanggan PLN bersubsidi naik dari 37,4 juta pengguna menjadi 38,4 juta pengguna. Sri Mulyani juga membeberkan volume pupuk bersubsidi meningkat dari 3,1 juta ton menjadi 3,5 juta ton. Sedangkan subsidi perumahan yang dialokasikan pun naik dari awalnya 28,2 ribu unit menjadi 46 ribu unit.

Baca: Sri Mulyani Beberkan Risiko yang Menghantui Perekonomian Global

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






1 jam lalu

Sri Mulyani Beberkan Risiko yang Menghantui Perekonomian Global

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan telah muncul krisis keuangan yang mengancam proses pemulihan ekonomi dunia. Turki dan Argentina adalah dua negara yang termasuk dalaam krisis keuangan tersebut.


6 jam lalu

Bahas Digitalisasi SPBU, Mulan Jameela Soroti PHK Massal di LinkAja

Mulan Jameela mempertanyakan dampak kondisi LinkAja yang baru saja melakukan PHK besar-besaran terhadap program digitalisasi SPBU.


7 jam lalu

Sri Mulyani: Makin Tinggi Konsumsi Produk Lokal, Perekonomian Makin Kuat

Sri Mulyani mengatakan salah satu pelaku ekonomi yang sangat penting dan telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia adalah industri kecil dan menengah.


7 jam lalu

BPK Laporkan 27 Temuan di LKPP 2021 ke Jokowi, Apa Saja yang Disorot?

BPK menyerahkan LHP atas LKPP Tahun 2021 kepada Jokowi. Laporan ini memuat 27 permasalahan.


16 jam lalu

Bank Mandiri: Tantangan Pemulihan Ekonomi yang Perlu Diwaspadai, Kenaikan Harga Energi

Bank Mandiri mengingatkan agar kenaikan harga energi di pasar global harus diantisipasi karena dapat mengganggu pemulihan ekonomi Indonesia.


22 jam lalu

SPBU di Serang Kurangi Takaran Pengisian BBM, Manager dan Pemilik Jadi Tersangka

SPBU di serang mengurangi takaran dengan memodifikasi mesin dispenser dan alat bantu remote control. Kecurangan ini sudah berjalan enam tahun.


23 jam lalu

IISD: Rp 246 Triliun Dukungan Energi RI Dialokasikan untuk Bahan Bakar Fosil

Laporan terbaru International Institute for Sustainable Development (IISD) mencatat dukungan energi di Indonesia mencapai Rp 279 triliun untuk 2020.


1 hari lalu

Sri Mulyani: Negara Berkembang Perlu Dilibatkan dalam Skema Patungan Dana Pandemi

Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan sepakat mendorong pengelolaan dana secara inklusif.


1 hari lalu

Subsidi Energi Dianggap Solusi Jangka Pendek, Bank Dunia: Reformasi Harus Dilakukan

Bank Dunia melihat subsidi energi hanya bersifat sementara untuk menahan inflasi.


2 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Menguat, Semua Indeks Sektoral di Zona Hijau

Samuel Sekuritas Indonesia mencatat IHSG menutup sesi perdagangan hari ini di level 7.044.