Sri Mulyani Beberkan Risiko yang Menghantui Perekonomian Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 8
Kamis, 23 Juni 2022 19:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019. Sri Mulyani melaporkan realisasi APBN hingga akhir Februari 2019, tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan di tengah mulai aktifnya mobilitas saat ini, ada risiko yang menghantui pemulihan ekonomi.  

"Kondisi perekonomian juga mulai aktif, namun kita melihat risiko baru. Risiko baru yang muncul dalam perekonomian dunia tentu akan mengancam proses pemulihan," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita yang digelar virtual, Kamis, 23 Juni 2022.

Ia mencontohkan saat ini ada dua negara yang tengah menghadapi krisis keuangan. Dua negara itu adalah Turki dan Argentina. Krisis keuangan itu disebut turut mengancam proses pemulihan ekonomi dunia.  "Turki dan Argentina tidak dalam kondisi normal, namun krisis keuangan," 

Sri Mulyani menjelaskan, krisis tersebut terjadi usai melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara. Cina misalnya, yang akhirnya terpaksa kembali memberlakukan lockdown di beberapa kota dan menyebabkan perlambatan ekonomi.

Belum selesai dengan Covid-19, ada perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan krisis pangan dan energi. Lonjakan inflasi menjadi tak terhindarkan di berbagai belahan dunia hingga menimbulkan kenaikan suku bunga acuan seperti yang sudah dimulai oleh bank sentral di Amerika Serikat (The Fed).

Pada saat yang sama, kata dia, banyak negara menghadapi ruang fiskal yang terbatas karena sudah banyak terpakai pada pandemi Covid-19. Risiko baru ini yang kemudian menyebabkan berbagai lembaga Internasional merevisi proyeksi ekonomi tahun 2022 dan 2023 ke level yang lebih pesimistis.

Dana Moneter Internasional (IMF), misalnya, memangkas proyeksi ekonomi dunia tahun ini menjadi hanya tumbuh 3,6 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang di atas 4 persen. Sementara Bank Dunia meramalkan pada tahun 2022 ini pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,9 persen atau turun 1,2 persen.

Lebih jauh, Sri Mulyani memaparkan bahwa tekanan inflasi dari Amerika Serikat akan sangat mempengaruhi kesehatan ekonomi dunia karena suku bunga naik, sementara likuiditas tetap. Kondisi ini yang kemudian mempengaruhi banyak negara. Walhasil, lebih dari 60 negara ekonominya diperkirakan akan ambruk.

Ia lalu mengutip hasil studi IMF yang menyebutkan kondisi keuangan lebih dari 60 negara, dalam hal ini baik APBN maupun ekonominya sangat tertekan. "Dengan adanya pengetatan ini diperkirakan akan memicu adanya kesulitan ekonomi yang cukup serius diberbagai negara," ucap Sri Mulyani.

Baca: Pesawat Susi Air Kecelakaan di Papua, 6 Penumpang Selamat

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






1 jam lalu

Turki Sambut Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Pertama Sejak Pembunuhan Khashoggi

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di Turki untuk pertama kalinya pada Rabu lalu, pertama sejak pembunuhan Khashoggi pada 2018


1 jam lalu

Update Covid Hari Ini: Kasus Positif 1.907, Meninggal 4

Kasus Covid hari ini di Indonesia masih bertambah. Kementerian Kesehatan mencatat ada 1.907 orang yang terkonfirmasi positif pada Kamis, 23 Juni 2022.


2 jam lalu

Kasus Covid-19 di Jagakarsa Tertinggi di Jakarta Selatan, Mampang Prapatan Terendah

Total kasus Covid-19 dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan sejak awal pandemi mencapai 256.818 orang.


3 jam lalu

5 Langkah Penguatan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya terus menempuh berbagai langkah penguatan bauran kebijakan. Apa saja langkah yang diambil?


4 jam lalu

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 4,5-5,3 Persen Sepanjang 2022

Bank Indonesia melihat perekonomian domestik terus melanjutkan perbaikan seiring dengan peningkatan permintaan di tengah kinerja ekspor yang membaik.


6 jam lalu

Sri Mulyani: Makin Tinggi Konsumsi Produk Lokal, Perekonomian Makin Kuat

Sri Mulyani mengatakan salah satu pelaku ekonomi yang sangat penting dan telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia adalah industri kecil dan menengah.


7 jam lalu

Covid-19 Meningkat, Kota Tangerang Siapkan Rumah Isolasi

Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kota Tangerang mengalami peningkatan


8 jam lalu

Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Baswedan Sebut Belum Ada Opsi Pengetatan Aktivitas

Anies Baswedan mengatakan belum ada rencana untuk memperketat aktivitas masyarakat di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.


11 jam lalu

Maradona Diduga Dibunuh, Pengadilan Argentina Segera Sidang Tim Dokter

Legenda sepak bola asal Argentina, Diego Maradona diduga dibunuh tim dokternya. Pengadilan segera menggelar sidang kasus ini.


14 jam lalu

Bank Dunia Sebut Ekonomi RI 2022 Dipengaruhi Lonjakan Harga Energi, Inflasi dan Ekspor

Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa hanya 4,6 persen.